(Siaran Pers - IAI ICAEW Seminar):


{jpg*1}

Siaran Pers - IAI ICAEW Seminar

 

Kejar Ketertinggalan Akuntan di ASEAN

IAI Siapkan Sertifikasi dan Penataan Profesi

 

Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI, Prof. Mardiasmo, CA dalam sambutannya mengatakan, Indonesia pada saat ini memiliki lebih dari 265 ribu mahasiwa akuntansi aktif yang berasal dari 589 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Data dari World Bank tahun 2014 menyatakan lulusan mahasiswa Akuntansi dari seluruh negara ASEAN rata-rata setiap tahun adalah berjumlah 77.330 orang. Peringkat pertama terbanyak penghasil lulusan Akuntansi adalah Indonesia yang berkontribusi 45% dari seluruh lulusan mahasiswa Akuntansi ASEAN, karena setiap tahun, Indonesia meluluskan lebih dari 35 ribu mahasiswa akuntansi. Jumlah ini menunjukkan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara dengan profesi akuntan terkuat di regional.

Namun dari jumlah ini, baru sekitar 24 ribu orang yang tercatat sebagai Akuntan Profesional yang bernaung di organisasi profesi, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Indonesia jelas membutuhkan strategi yang mumpuni agar Akuntan Profesional Indonesia berjaya di regional, apalagi saat ini kita telah memasuki era pasar bebas dalam bentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Prof. Mardiasmo, CA yang juga Wakil Menteri Keuangan RI,  mengatakan, Indonesia harus menyiapkan strategi untuk mengejar ketertinggalan agar Akuntan Profesional Indonesia menjadi yang terbaik di kawasan ASEAN. Salah satunya melalui kolaborasi seluruh stakeholders akuntan, terutama pemerintah, perguruan tinggi, dan profesi.

Dalam rangka itulah, IAI bekerjasama dengan organisasi profesi asal Inggris, ICAEW (the Institute of Chartered Accountants in England and Wales) hari ini menggelar seminar bertema Pendidikan Akuntansi sebagai Fondasi Peningkatan Kompetensi Akuntan Profesional: Kolaborasi IAI dan Stakeholders. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari hampir seratus perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Seminar dirangkai dengan peluncuraan Beasiswa Bersama Chartered Accountant (CA): IAI & ICAEW bagi 1000 mahasiswa  berprestasi di seluruh Indonesia.

Acara ini dimaksudkan sebagai salah satu strategi yang disiapkan profesi dalam menghadapi MEA dan globalisasi. Menurut Mardiasmo, stakeholders akuntan harus bersinergi dalam menghadapi persaingan di MEA dan level global. Profesi akuntan harus kejar ketertinggalan dari berbagai segi agar siap mensupport pertumbuhan ekonomi sebesar 5 – 6 persen setiap tahun.

Anggota DPN IAI yang juga Sekjen Kemenristek Dikti, Prof. Ainun Naim, CA mengatakan, tantangan yang dihadapi akuntan di masa depan semakin sulit. Perubahan teknologi dan ekonomi semakin cepat dimana dunia memasuki revolusi industri keempat dimotori revolusi teknologi informasi dan adopsi teknologi di negara berkembang, serta aplikasi big data. Negara-negara juga mulai berinvestasi pada knowledge base investment yang merupakan prasyarat negara ekonomi maju.

Pemerintah terus berupaya agar para profesional memiliki kualifikasi internasional sehingga memudahkan mereka bersaing di level global. Apalagi indeks daya saing Indonesia saat ini berada di level 37 dari 140 negara, masih lebih rendah dibanding Singapura (2), Malaysia (18) dan Thailand (32). “Pada tahun 2020, jumlah lulusan pendidikan tinggi di Indonesia diprediksi menempati ranking ke lima di antara negara-negara yang tergabung dalam OECD dan G-20. Dari total 204 juta lulusan perguruan tinggi di dunia, Indonesia akan berkontribusi sebesar 6% atau sekitar 12,24 juta lulusan. Ini akan menjadi salah satu katalis bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing Indonesia,” ujar Ainun.

“Semua orang yang berkecimpung di profesi akuntan merasakan perkembangan yang semakin dinamis, sekaligus disruptif dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi sejak terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara, profesi akuntan berkembang menjadi sebuah profesi yang sangat lukratif, dengan peluang dan kesempatan baru yang semakin terbuka lebar, sekaligus penuh tantangan, baik internal maupun global. Dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN, akuntan Indonesia bahkan berpeluang melebarkan kiprahnya ke kawasan regional hingga global,” jelas Mardiasmo.

Perkembangan ini jelas menjadi tantangan tersendiri bagi profesi akuntan di masa kini. Profesi akuntan dituntut untuk menyiapkan strategi agar tetap relevan dengan perkembangan yang ada. Di sinilah letak pentingnya profesionalisme akuntan dan pentingnya peningkatan kompetensi akuntansi secara berkelanjutan. Tidak ada pilihan, profesi akuntan Indonesia harus ikut arus besar profesionalisme akuntan global dengan segenap elemen pendukungnya.

IAI sebagai organisasi profesi menyadari sepenuhnya jika profesionalisme Akuntan Indonesia merupakan tanggungjawab besar yang harus diusung semua stakeholders Akuntan Indonesia, mulai dari regulator, akademisi, hingga organisasi profesi. Semuanya harus bekerjasama dengan semangat membangun profesi akuntan Indonesia menjadi profesi yang semakin disegani dan diperhitungkan di kawasan regional, bahkan global.

“Kunci keberhasilan akuntan Indonesia terletak pada penataan profesi dan program sertifikasi profesi akuntan. Kesuksesan program itu akan membuka berbagai peluang baru bagi Akuntan Profesional Indonesia, tidak hanya secara nasional, tapi juga regional dan global,” tutup Mardiasmo.

Informasi tentang IAI kunjungi situs www.iaiglobal.or.id atau hubungi IAI di 021 3190 4232 ext. 220

CA, Tentukan Kesuksesanmu!

File Lampiran:


Isi Komentar

Nama Lengkap
@
Masukkan kode di atas

Komentar

Khaeronisa

  • 04 Agustus 2019 20:07:27
  • |
  • khaeronisa@gmail.com

Assalamualaikum, selamat malam Kak mohon infonya kak, untuk data jumlah akuntan publik di Indonesia pada tahun 207-2018 sama data lulusan akuntansi kak? Terimakasih


Vadelin

  • 16 Mei 2017 23:12:27
  • |
  • Alin.vadelin@gmail.com

Permisi kak. Saya mau tanya, untuk survei, Data lulusan S1 akuntansi di Semarang itu jumlah nya brp ya? Sama data yang mengikuti ujian CPA? Terimakasih


© IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2019