Siaran Pers - Menteri Keuangan Dorong Peran Akuntan Pulihkan Ekonomi Indonesia


Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 menghadapi tantangan yang luar biasa sebagai akibat terjadinya pandemi Covid-19. Pandemi ini tidak hanya menimbulkan korban manusia, tapi juga menyebabkan tekanan yang luar biasa pada tatanan ekonomi dan sosial. Seiring dengan perekonomian seluruh negara di dunia yang mengalami kontraksi dan resesi, Indonesia juga mengalami hal yang sama meski levelnya dibawah banyak negara lain.

Demikian dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika menjadi pembicara kunci dalam sesi inspirasi Aspiring Professional Accountants Festival (APAFest) yang diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) secara virtual (10/11). APA Inspirational Session ini merupakan bagian dari rangkaian acara puncak APAFest yang dilaksanakan berkolaborasi dengan event FinBiz2030 bersama One Young World dan Chartered Accountants Worldwide. Selain menghadirkan Menteri Keuangan sebagai keynote speaker, even internasional ini juga menampilkan Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Ketua DPN IAI Prof. Mardiasmo, serta anak-anak muda berprestasi dari Indonesia, Singapura, dan India.

Terkait situasi ekonomi Indonesia, Sri Mulyani mengatakan bahwa pada kuartal ketiga 2020, pemulihan ekonomi di negeri ini sudah mulai terjadi. Namun hal ini tidak terjadi secara cepat dan serta merta. Pemulihan itu salah satunya merupakan dampak dari kebijakan APBN untuk bisa melakukan countercyclical. Pemerintah menambah belanja (ekspansi) dan menurunkan tarif pajak ketika resesi untuk menstimulasi aggregate demand (permintaan agregat) dan mencegah penggunaan sumber daya ekonomi yang kurang optimal.

“Belanja pemerintah ditingkatkan, tidak hanya untuk menangani Covid, tapi juga untuk membantu dunia usaha, dan memulihkan perekonomian di berbagai daerah,” jelas Menteri Keuangan. Kebijakan dan regulasi yang telah ditetapkan tidak hanya untuk menangani Covid-19, namun juga untuk menghadapi dampak pasca pandemi ini yang telah melanda seluruh sektor kehidupan bernegara.

Menteri Keuangan menjelaskan, setelah menerbitkan Perppu No.1 Tahun 2020 yang kemudian disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020, pemerintah menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp695,2 triliun atau 4,2% dari PDB. Selanjutnya pemerintah melakukan penyesuaian APBN Tahun 2020 karena sebelumnya disusun dalam kondisi normal sehingga tidak menganggarkan penanganan Covid-19. Melalui perubahan APBN 2020, pemerintah melebarkan defisit menjadi 6,34% dari PDB sebagai langkah extraordinary menghadapi pandemi Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga melakukan kebijakan khusus bersama Bank Indonesia karena melebarnya defisit APBN untuk membiayai penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi memerlukan sumber pembiayaan tambahan. Kebijakan itu dilakukan melalui skema burden sharing bersama Bank Indonesia. Sri Mulyani mengatakan, meningkatnya defisit telah mengakibatkan tantangan pembiayaan menjadi sangat besar. Melalui kerjasama dengan Bank Indonesia, dampak ini ditangani dari sisi fiskal dan moneter dimana biaya dari penanganan krisis ini ditanggung bersama.

“Bank Indonesia dapat membeli surat utang negara di pasar primer. Pemerintah bisa menerbitkan surat utang negara yang langsung diserap Bank Indonesia dengan suku bunga 0-1% dibawah REPO,” ujarnya. “Kerjasama ini dilakukan karena situasi yang sangat extra ordinary dan dilakukan dengan tetap menjaga independensi Bank Indonesia,” jelas Menteri Keuangan.

Peran Akuntan Menjaga APBN dan Ekonomi Indonesia

Pada kesempatan itu, disaksikan oleh ribuan mahasiswa akuntansi peserta APAFest dari seluruh Indonesia, Menteri Keuangan menjelaskan bahwa selain sebagai alat untuk mencapai tujuan negara, APBN juga merupakan alat untuk menyelesaikan persoalan struktural. APBN akan terus digunakan untuk memperbaiki kualitas SDM Indonesia dan alokasi APBN di sektor SDM dilakukan untuk memperkuat fondasi ekonomi ke depan.

Menteri Keuangan menilai peran profesi akuntan sangat penting dalam menjaga dan menjalankan siklus APBN ini. Baginya, akuntan adalah profesi yang penting di dalam kultur pelaporan keuangan yang transparan dan efisien. Akuntan beregister dan akuntan berpraktik di Indonesia terus mengalami kenaikan, merupakan perangkat penting untuk menjadikan negara ini menjadi negara ekonomi maju.

“Karena standar-standar akuntansi akan mendisiplinkan kita semua. Tidak hanya pemerintah, tapi juga dunia usaha, baik privat maupun BUMN. Termasuk masyarakat harus menyadari bahwa mempergunakan dan mempertanggungjawabkan sumberdaya adalah kultur yang baik yang bisa membawa kita menuju negara maju,” Menteri menegaskan.

Karena itu, Sri Mulyani berharap peningkatan jumlah dan kualitas akuntan di Indonesia akan makin meningkatkan kualitas kebijakan publik terkait keuangan negara. Profesi akuntansi adalah salah satu profesi penunjang pelaporan keuangan yang diatur dalam rancangan undang-undang pelaporan keuangan, dimana didalamnya diatur tentang berbagai kewajiban dalam pelaporan keuangan, serta kewajiban sertifikasi profesi bagi penyelenggara laporan keuangan entitas.

Sri Mulyani mengatakan, APBN merupakan instrumen untuk mencapai tujuan negara, yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur dan menjadi negara maju. Karena itu APBN ini harus dijaga kesehatan, kredibilitas, efisiiensi dan efektivitas, serta harus berkelanjutan. Tiga fungsi utama kebijakan fiskal dan APBN adalah stabilitasi makroekonomi, alokasi sumber daya, dan distribusi pendapatan, yang didukung oleh sisi penerimaan, belanja, dan pembiayaan yang pruden.

Sebagai kebijakan fiskal dan fungsi stabilisasi, APBN menjadi instrumen countercyclical dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, yang telah menyebabkan ekonomi mengalami kontraksi. Pandemi ini telah membuat ekonomi masyarakat menjadi lebih lemah atau berhenti.

Fungsi distribusi dari APBN dimaksudkan untuk pemerataan aspek ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Sementara fungsi alokasi harus mampu meningkatkan ekonomi masyarakat untuk terus tumbuh dan memperbaiki produktivitas.

Pertanggungjawaban pemerintah dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) merupakan wujud akuntabilitas dan tata kelola keuangan negara. Menurut Menteri Keuangan, sebelum tahun 2003 ketika revolusi keuangan negara lahir, negara Indonesia belum memiliki neraca. Pada tahun 2009, pemerintah memiliki laporan keuangan dengan status opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Baru pada periode 2016-2019, LKPP mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Laporan ini telah disusun mengikuti standar akuntansi yang diadopsi secara global.

Berdasarkan LKPP 2019, total aset pemerintah Indonesia mencapai Rp10.467 triliun, kewajiban Rp5.340,2 triliun, dan ekuitas negara sebesar Rp5.127,3 triliun. Dari sisi pendapatan, negara Indonesia memiliki pendapatan sebessar Rp1.943,6 triliun dan belanja sebesar Rp2.309 triliun. Karena itu defisit yang terjadi mencapai Rp348,7 triliun.

Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan menyampaikan jika budaya akuntabilitas dan transparansi adalah perjalanan yang luar biasa. Karena itu semua elemen negara harus berkomitmen bahwa sumberdaya APBN harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

APAFest, Upaya IAI Tingkatkan Kualitas Generasi Muda Akuntan

Sebagai asosiasi profesi yang menaungi akuntan di seluruh Indonesia, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) terus berkomitmen untuk mengembangkan kompetensi generasi muda akuntan Indonesia. Rangkaian acara IAI APAFest 2020 yang telah dilaksanakan sejak 12 September, telah menyelenggarakan puluhan webinar bersama pembicara dari dalam dan luar negeri, serta berbagai kompetisi yang diikuti ratusan mahasiswa akuntansi berprestasi dari seluruh Indonesia. 

Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Prof. Mardiasmo mengatakan, sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 2017, IAI APAFest telah menjadi sebuah inisiatif penting dalam menyatukan dan menginisiasi komunitas akuntan muda di Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi kompleksitas bisnis yang makin mendunia di masa depan. APAFest merupakan festival kreativitas akuntan muda IAI yang mempertemukan perusahaan terkemuka di Indonesia dengan kandidat terbaik calon akuntan profesional. Melalui APAFest, akan terjalin koneksi yang kuat dan simbiosis mutualisme antara profesi, industri, serta mahasiswa dan lulusan terbaik jurusan akuntansi di Indonesia.

Direktur Eksekutif IAI, Elly Zarni Husin mengatakan, APAFest 2020 digelar secara virtual yang berpuncak pada tanggal 10 November 2020, bertepatan dengan peringatan International Accounting Day. Skala penyelenggaraan APAFest 2020 telah dieskalasi hingga menembus ranah global, berkolaborasi dengan even tahunan internasional bagi akuntan muda, yakni FinBiz2030 yang diselenggarakan One Young World (OYW) dan Chartered Accountants Worldwide (CAW). Acara ini juga didukung oleh Asean Federation of Accountants (AFA).

Sejak tahun 2017, IAI melaksanakan APAFest sebagai ajang festival tahunan berkumpulnya mahasiswa akuntansi berprestasi dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan prestasi, kreativitas, dan kemampuannya untuk berkompetisi menjadi yang terbaik guna mempersiapkan masa depan gemilang. Hingga tahun 2019, acara yang biasanya digelar di Bursa Efek Indonesia ini telah diikuti oleh setidaknya 3.500 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. APAFest 2020 virtual setidaknya diikuti oleh 10.000 mahasiswa dari Indonesia dan regional ASEAN.

Elly menjelaskan, APAFest adalah festival kreativitas akuntan muda IAI yang akan mempertemukan perusahaan terkemuka di Indonesia dengan kandidat terbaik calon akuntan profesional. Melalui APAFest, akan terjalin koneksi yang kuat dan simbiosis mutualisme antara profesi, industri, serta mahasiswa dan lulusan terbaik jurusan akuntansi di Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, akuntan muda Indonesia berkesempatan membangun koneksi secara global, melalui kolaborasi IAI dengan OYW dan CAW. Mereka juga akan dipertemukan dengan perusahaan terkemuka yang tergabung dalam IAI Corporate Partner dalam Virtual Career Fair. Selain itu, seluruh peserta APAFest 2020 berkesempatan mengikuti CA Scholarship Selection, yang jika lulus berhak mengikuti Ujian CA tanpa dipungut biaya.

Melalui APAFest 2020, para akuntan Indonesia siap menghadapi persaingan global dan menjadi bagian dari komunitas Akuntan Profesional global. APAFest 2020, Proud to be Accountant!

Tentang IAI

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. IAI merupakan anggota dan pendiri International Federation of Accountants (IFAC) dan ASEAN Federation of Accountants (AFA), serta associate member Chartered Accountants Worldwide (CAW). 

Untuk menjaga integritas dan profesionalisme akuntan Indonesia, IAI menerbitkan Kode Etik Akuntan Indonesia. Sebagai standard setter, IAI menyusun dan menetapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.

Informasi lebih lanjut tentang IAI, kunjungi www.iaiglobal.or.id, atau email ke iai-info@iaiglobal.or.id. Terkait pandemi Covid-19, IAI telah mengeluarkan sejumlah guidance yang bisa diakses melalui http://iaiglobal.or.id/v03


File Lampiran:


Isi Komentar

Nama Lengkap
@
Masukkan kode di atas

Komentar

© IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2020