Demi Masa Depan Dunia Keuangan Yang Lebih Baik - IAI-AFA-IAESB International Conference 2019


(Nusa Dua, Bali – 11 April 2019) – Teknologi telah mengubah model bisnis dan perekonomian hingga ke tingkat transaksi barang dan jasa. Perubahan ini juga memengaruhi interaksi para pelaku ekonomi, mulai dari interaksi produsen dan konsumen, hingga interaksi pemegang saham dan manajemen. Dengan kata lain, perubahan ini juga menggeser model dan fungsi pelaporan keuangan. Profesi akuntansi sebagai stakeholder utama pelaporan keuangan diharapkan beradaptasi. Teknologi dapat menjadi anugerah bagi perkembangan profesi, namun juga bisa sekaligus menjadi ancaman serius bagi akuntan. Karena itu, profesi akuntansi perlu memahami peluang dan tantangan yang datang di era digital secara utuh, sambil meningkatkan kemampuan adaptabilitas atas berbagai pergeseran kompetensi yang relevan.

Materi ini akan menjadi tema kunci dalam IAI-AFA-IAESB International Conference 2019 yang berlangsung pada 11-12 April 2019 di Nusa Dua, Bali. Konferensi berskala internasional ini mengambil tema “Competencies of the Future: Professionalism of Accountants in the Disruption Era”, yang menghadirkan pembicara terkemuka dari dalam dan luar negeri, di antaranya Prof. Mardiasmo (Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN IAI)/Wakil Menteri Keuangan RI), Kon Yin Tong (Presiden ASEAN Federation of Accountants (AFA)), In-Ki Joo (Presiden International Federation of Accountants (IFAC)), CFO/COO, para profesional akuntansi global, dan banyak lagi. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari dalam negeri, kawasan ASEAN, hingga global.

Ketua DPN IAI, Prof. Mardiasmo mengatakan, perubahan lingkungan bisnis secara signifikan telah menimbulkan disrupsi di berbagai bidang. Big data, blockchain dan bitcoin, komputasi awan, kecerdasan buatan, dan teknologi drone adalah beberapa kemajuan yang telah membawa banyak tantangan dan peluang bagi profesi akuntansi, saat ini dan di masa depan. Karena itu, akuntan di masa depan perlu dilengkapi dengan keterampilan yang tepat agar dapat selalu memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan. Perubahan yang diusulkan dalam International Education Standards (IES) untuk mengembangkan kompetensi akuntan terkait penguasaan TI, merupakan salah satu langkah tepat oleh International Accounting Education Standards Board (IAESB) IFAC untuk menjawab permintaan pemangku kepentingan. 

Di sisi lain, Prof. Mardiasmo menekankan perlunya skeptisisme profesional yang lebih baik untuk meminimalkan terjadi fraud di dunia bisnis. Skandal keuangan korporasi seperti Enron, Lehman Brothers, hingga yang terbaru, Nissan, dipicu oleh buruknya tata kelola korporasi atas pelaporan keuangan mereka. Belajar dari kasus itu, dibutuhkan peran akuntan yang semakin substansial dalam menjaga integritas dan akuntabilitas pelaporan keuangan bisnis. Akuntan diharapkan bertindak atas dasar skeptisisme profesional, dalam membuat penilaian profesional mereka dan mempertahankan kepercayaan yang diamanatkan kepada mereka.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah perlunya pembelajaran secara terus-menerus yang memungkinkan kompetensi akuntan profesional dapat terus relevan di tengah perubahan model bisnis. Akuntan diharapkan dapat membangun tingkat kepercayaan publik berdasarkan penilaian profesional mereka atas kinerja keuangan korporasi satu periode tersebut. Karenanya, asumsi yang digunakan dalam membuat penilaian harus didasarkan pada pola pikir yang selalu  mempertanyakan segala sesuatu yang relevan sebelum sampai pada sebuah keputusan. Pendidikan profesional berkelanjutan dapat memfasilitasi pengembangan pola pikir profesional yang mencakup skeptisisme sebagai bagian mendasar dari akuntan profesional masa depan.

Sebagai organisasi profesi, IAI telah meluncurkan sertifikasi Chartered Accountant (CA) sebagai identitas profesional akuntan Indonesia. Sertifikasi ini dibangun mengacu pada best practice global, dalam mengantisipasi perkembangan dunia finansial dan perekonomian dewasa ini. IAI juga telah meluncurkan program strategis Prakarsa 6.1 sebagai langkah konkret profesi dalam menghadapi disrupsi dan perkembangan terkini ekonomi global.

Konferensi internasional ini juga dirangkai dengan 128th AFA Council Meeting dan IAESB Meeting yang ditujukan untuk memperkuat kolaborasi organisasi profesi akuntan di kawasan ASEAN, dan mencari berbagai masukan yang relevan untuk perkembangan profesi akuntan di masa depan. Melalui pertemuan ini juga akan dibahas implementasi ASEAN MRA yang akan mengatur lintas batas SDM profesional di bidang akuntansi dan keuangan di kawasan ASEAN.

Informasi lebih lanjut tentang Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan IAI-AFA-IAESB International Conference 2019, silakan kunjungi www.iaiglobal.or.id atau telepon ke 021 31904232 ext. 626.

File Lampiran:


Isi Komentar

Nama Lengkap
@
Masukkan kode di atas

Komentar

© IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2019