Press Release - SNA XXI Samarinda

Press Release - SNA XXI Samarinda

Peningkatan Kapasitas Akuntan Pendidik untuk Optimalkan Peran Profesi Hadapi Revolusi Industri 4.0

 

Pembangunan ekonomi Indonesia menghadapi tantangan sesungguhnya ketika model bisnis bertransformasi di era Revolusi Industri 4.0. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai organisasi profesi akuntan memiliki peran kunci untuk memastikan SDM akuntan Indonesia bisa relevan dan fleksibel untuk mendukung efektivitas perekonomian.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Prof. Mohamad Nasir, ketika membuka Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXI di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, pada awal September 2018. SNA ini mengangkat tema Peran Akuntan Pendidik dengan Semangat Ruhui Rahayu Memacu Pembangunan Ekosistem Indonesia yang Berkelanjutan.

Anggota Dewan Penasihat IAI itu menyampaikan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) IV pada periode 2020 – 2024 ditujukan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif. “Riset McKinsey Global Institute memperkirakan jika Revolusi Industri 4.0 akan berdampak 3000 kali lebih dahsyat dari pada Revolusi Industri pertama di abad ke-19. Kecepatan perubahan yang ditimbulkan Revolusi Industri 4.0 akan 10 kali lebih cepat dan dampaknya 300 kali lebih luas,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipatif, Indonesia telah menetapkan 10 strategi prioritas nasional untuk mengantisipasi kondisi itu, yang disebut Making Indonesia 4.0. Strategi ini menempatkan sektor pendidikan tinggi sebagai katalis penting pertumbuhan nasional. “Tantangannya adalah bagaimana menghasilkan lulusan unggul untuk pekerjaan masa depan,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah telah menetapkan kebijakan terkait pendidikan tinggi di era Revolusi Industri 4.0. Kebijakan itu mengarahkan paradigma Tri Darma Perguruan Tinggi harus diselaraskan dengan era Industri 4.0, adanya reorientasi kurikulum yang diselaraskan dengan literasi baru berdasarkan big data dan teknologi, serta format baru sistem pembelajaran. “Pada dasarnya, dosen harus mengikuti kompetensi inti yang sesuai dengan kebutuhan Industri 4.0,” jelas Prof Nasir.

 

SNA XXI Samarinda

Prof. Nasir meminta kontribusi maksimal IAI sebagai organisasi profesi untuk mendukung transformasi tersebut.  IAI Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) harus mengoptimalkan integrasinya sebagai bagian dari IAI, untuk mengembangkan pendidikan akuntansi yang relevan dengan kebutuhan profesi dan industri. Menurut Menristekdikti, IAI KAPd juga dapat mengoptimalkan kontribusinya melalui peningkatan keterampilan teknis anggotanya, menumbuhkan kemampuan analitikal, serta pengembangan ilmu akuntansi sesuai dengan tingkat program pendidikan yang ada.

Beberapa langkah penting yang harus diambil para akuntan pendidik yang tergabung di dalam IAI KAPd adalah menyusun kurikulum pendidikan akuntansi yang relevan, melakukan transfer of knowledge, mewujudkan masyarakat madani, memajukan praktik akuntansi, serta mengembangkan penelitian untuk pengembangan ilmu akuntansi.

Dalam konteks ini, SNA yang diselenggarakan IAI KAPd menemukan relevansinya. Ajang SNA yang telah berlangsung untuk ke-21 kalinya di Samarinda kian memainkan peran strategis, tidak hanya dalam rangka meningkatkan kualitas riset akuntansi di Indonesia, namun juga untuk menjadi jembatan bagi upaya mengoptimalkan peran akuntan pendidik dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Sebanyak 720 peserta dan undangan dari berbagai perguruan tinggi dan institusi lain di seluruh Indonesia, menghadiri SNA XXI di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. Acara ini dihadiri oleh Menristekdikti RI Prof. Mohamad Nasir, sejumlah anggota Dewan Pengurus Nasional IAI dan Dewan Penasihat IAI, begawan akuntan dan inisiator SNA Prof. Zaki Baridwan, serta sejumlah pembicara terkemuka dari berbagai institusi di Indonesia.

Dalam event ini, panitia menerima 199 full paper dan 101 poster paper. Dari jumlah itu, 170 full paper dan 61 poster paper dipresentasikan. Predikat best paper berturut-turut diberikan kepada paper berjudul: Kemampuan Prediktif Laba Agregat dan Komponennya terhadap Pertumbuhan PDB Masa Depan; Suatu Komparasi dalam Setting Internasional; Pengungkapan Comply or Explain Pada Pedoman Tata Kelola di Indonesia dan Dampaknya Pada Kinerja Perusahaan; dan Sintagmatik dan Paradigmatik Laporan Keuangan Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum: Kajian Semiotik de Suassure.

Sementara predikat best poster diberikan kepada paper berjudul: Ragam Pemaknaan Realitas Dalam Fenomenografi Pada Riset Pendidikan Akuntansi; Manajemen Laba pada Pergantian CEO; dan Pengaruh tanggungjawab Lingkungan, Legitimasi dan Peluang Daya Saing Terhadap Penerapan Environmental Accounting Pada Rumah Sakit di Kota Jayapura.

SNA merupakan kegiatan rutin IAI KAPd yang diselenggarakan secara bergantian setiap tahun oleh Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Acara ini dihadiri peserta dari dalam dan luar negeri yang berlatar belakang akademisi dan praktisi bisnis. Mereka diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil riset terbaiknya di bidang akuntansi. Ini sejalan dengan tujuan SNA yaitu meningkatkan kualitas dan perkembangan akuntansi di Indonesia melalui forum kajian ilmiah oleh akademisi dan praktisi untuk berkontribusi memberi berbagai pemikiran-pemikiran yang konstruktif.

 

Rapat Anggota IAI KAPd

Dalam rangkaian SNA XXI, juga digelar Rapat Anggota IAI KAPd  untuk memilih Ketua periode 2018-2020. Prof. Dian Agustia terpilih sebagai Ketua IAI KAPd periode 2018-2020. Melalui proses pemungutan suara, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya itu menyisihkan dua kandidat lain yakni Prof. Indra Bastian dari Universitas Gadjah Mada, dan Prof. Hasan Fauzi dari Universitas Negeri Surakarta. Prof. Dian Agustia menggantikan Prof. Nunuy Nurafiah yang telah menjadi Ketua IAI KAPd untuk dua periode sebelumnya.

Dalam pemaparannya usai terpilih, Prof. Dian berjanji akan melakukan gebrakan fundamental untuk membangun IAI KAPd melalui empowering seluruh dosen akuntansi untuk bersinergi memajukan profesi akuntan pendidik. “Ke depan, akan ada banyak perubahan yang fundamental soal pengembangan dosen. Upaya menghadirkan kesetaraan kualitas pendidikan akuntansi di seluruh wilayah Indonesia, akan dimaksimalkan dengan peningkatan publikasi internasional, pendidikan berkelas internasional dan akreditasi yang berkualitas,” ungkapnya.

Perubahan kongkrit tersebut dijabarkannya melalui penyampaian Visi, Misi dan Program Strategis kepada seluruh anggota IAI KAPd yang hadir. Program strategis itu dijabarkan melalui: Penguatan riset dan publikasi pada level nasional dan internasional; Penguatan kapasitas dosen yang tersebar di PTN dan PTS nasional; Pengelolaan organisasi kompartemen yang lebih profesional; Internasionalisasi KAPd melalui forum forum bidang ilmu yang ada; Lebih berperan aktif pada ASEAN Accounting Education; Memperkuat Aliansi Jurnal Akuntansi untuk meningkatkan daya saing untuk publikasi dan diseminasi hasil-hasil riset para dosen; dan Penguatan institusi program studi melalui pembinaan dan akreditasi.

Sebagai Ketua IAI KAPd terpilih, Prof. Dian Agustia secara ex-officio akan menjadi anggota Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI.

 

Informasi tentang Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), IAI Kompartemen Akuntan Pendidik (KAPd), dan Simposium Nasional Akuntansi (SNA) bisa mengunjungi www.iaiglobal.or.id atau hubungi 021 31904232 ext. 623.

 

File Lampiran:


Isi Komentar

Nama Lengkap
@
Masukkan kode di atas

Komentar

© IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2019