Menu  

Pendidikan Profesional Berkelanjutan

Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) adalah kegiatan belajar terus menerus (continuous learning) yang harus ditempuh oleh akuntan profesional agar senantiasa dapat memelihara, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi profesionalnya. 

Tujuan PPL adalah untuk: Mendorong akuntan profesional memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi profesionalnya secara berkesinambungan; membekali akuntan profesional dengan pengetahuan dan keahlian mutakhir di bidangnya sehingga mampu menerapkannya dengan baik dalam menjalankan tugas dan kewajiban profesional mereka; serta menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada profesi akuntan dengan menunjukkan bahwa akuntan memiliki standar kompetensi profesional sesuai dengan harapan masyarakat pengguna jasa.


Ketentuan Umum ppl

Akuntan Profesional harus selalu meng-update keilmuan dan pengetahuan tentang standar akuntansi terbaru agar selalu bisa memenuhi tuntutan publik pengguna jasa. Dinamika akuntansi yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman, menuntut para Akuntan Profesional untuk tetap bisa menjaga profesionalismenya. Akuntan manapun yang tidak meng-update diri akan menjadi obsolete dan jasa yang diberikan tidak lagi relevan. Dalam rangka menjaga profesionalisme para akuntan, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara mewajibkan Akuntan Profesional mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) yang diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia dan institusi lain yang diakui. Langkah ini sejalan dengan ketentuan International Federation of Accountants (IFAC) dan best practice yang diterima secara global.

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAI telah mengatur dan menetapkan bahwa seluruh Anggota IAI berkewajiban mengikuti PPL. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara mewajibkan seluruh Akuntan untuk menjaga kompetensi melalui Pendidikan Profesional berkelanjutan (PPL) dan menyampaikan laporan realisasi PPL kepada Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Pasal 16 PMK 25/PMK.01/2014 antara lain menyebutkan, PPL dapat ditempuh melalui kegiatan PPL yang diselenggarakan oleh IAI, PPPK, dan/atau pihak lain yang diakui oleh IAI dan/atau PPPK. Akuntan wajib mengikuti PPL paling sedikit berjumlah 30 (tiga puluh) Satuan Kredit PPL (SKP) setiap tahun. Sebagai anggota International Federation of Accountants (IFAC), IAI mewajibkan 120 SKP bagi setiap Akuntan selama 3 (tiga) tahun.

Kewajiban PPL

1. Anggota Utama IAI pemegang sebutan Chartered Accountant Indonesia wajib memelihara dan meningkatkan kompetensi melalui kegiatan PPL. 

2. Kegiatan PPL dapat ditempuh melalui kegiatan PPL yang diselenggarakan oleh IAI, atau pihak lain yang diakui IAI. 

3. Kegiatan PPL seperti

  • Pelatihan, kursus, lokakarya, workshop, diskusi panel, seminar, konferensi, konvensi atau simposium;
  • Program pascasarjana pada bidang studi yang relevan dengan kompetensi akuntan;
  • Program belajar jarak jauh yang relevan dengan kompetensi akuntan;
  • Penulisan artikel, majalah, atau buku dengan materi yang relevan dengan kompetensi akuntan dan dipublikasikan;
  • Riset profesional atau studi terhadap bidangbidang yang relevan dengan kompetensi akuntan;
  • Menjadi anggota Dewan/Komite Teknis IAI atau organisasi profesi lainnya yang diakui IAI yang mengharuskan yang bersangkutan menyiapkan atau mereview materi-materi yang bersifat teknis yang relevan dengan kompetensi akuntan;

4. Jumlah Satuan Kredit PPL (SKP) yang wajib diikuti oleh Anggota Utama IAI pemegang sebutan Chartered Accountant Indonesia paling sedikit berjumlah 120 (seratus dua puluh) SKP dalam periode 3 (tiga) tahun.

5. Dalam memenuhi kewajibannya, Anggota Utama IAI pemegang sebutan Chartered Accountant Indonesia harus memenuhi sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) SKP dalam 1 (satu) tahun. 

6. Anggota Utama IAI pemegang sebutan Chartered Accountant Indonesia wajib menyampaikan laporan realisasi PPL tahunan dengan lengkap kepada IAI pada akhir bulan Januari tahun berikutnya.

Perhitungan SKP

1. Perhitungan SKP kegiatan pelatihan, kursus, lokakarya, diskusi panel, seminar, konferensi, konvensi dan simposium adalah sebagai berikut:

  • satu SKP terdiri dari 50 (lima puluh) menit efektif;
  • bila suatu kegiatan terdiri dari beberapa sesi, maka SKP dihitung setelah menjumlahkan terlebih dahulu waktu atau menit untuk seluruh sesi dalam kegiatan tersebut; dan
  • jumlah waktu dibagi dengan 50 (lima puluh) menit dengan pembulatan dalam hal hasilnya berupa pecahan.

2. Perhitungan SKP untuk pengajar atau pembicara pada suatu program PPL adalah sebagai berikut:

  • pengajar/pembicara pada program PPL berhak mendapat SKP untuk persiapan dan presentasi yang telah dilakukan;
  • presentasi SKP dihitung berdasarkan jumlah waktu tatap muka;
  • pengajar/pembicara yang melaksanakan suatu program PPL untuk pertama kali berhak menerima SKP untuk waktu aktual yang digunakan dalam persiapan;
  • lama waktu persiapan dibatasi maksimal 2 (dua) kali waktu yang diperlukan untuk menyampaikan materi presentasi; dan
  • presentasi yang pernah dilakukan sebelumnya oleh pembicara/pengajar tidak akan menerima SKP kecuali jika pembicara/pengajar tersebut dapat menunjukkan bahwa materi presentasi telah diubah secara signifkan dan perubahan tersebut memerlukan persiapan atau penelitian tambahan yang signifikan.

3. Perhitungan SKP untuk program pasca sarjana pada bidang studi yang relevan dengan kompetensi akuntan adalah sebagai berikut:

  • SKP dihitung berdasarkan jumlah SKS yang diambilnya dengan ketentuan 1 (satu) SKS = 1 (satu) SKP; dan
  • dalam periode 3 (tiga) tahun, maksimum SKP yang bisa diakui adalah 90 (sembilan puluh) SKP.

4. Perhitungan SKP untuk kegiatan belajar jarak jauh yang relevan dengan kompetensi akuntan adalah sebagai berikut:

  • SKP dihitung berdasarkan jumlah SKS yang diambilnya dengan ketentuan 1 (satu) SKS = 1 (satu) SKP; dan
  • dalam periode 3 (tiga) tahun, maksimum SKP yang bisa diakui adalah 36 (tiga puluh enam) SKP.

5. Perhitungan SKP untuk kegiatan penulisan artikel, makalah atau buku yang relevan dengan kompetensi akuntan dan dipublikasikan adalah sebagai berikut:

  • SKP dihitung berdasarkan waktu aktual yang digunakan dalam melakukan penelitian dan penulisan sepanjang waktu yang digunakan tersebut meningkatkan kompetensi profesionalnya; dan
  • dalam periode 3 (tiga) tahun maksimum SKP yang bisa diakui adalah 60 (enam puluh) SK

6. Perhitungan SKP untuk kegiatan riset profesional atau studi terhadap bidang-bidang yang relevan dengan kompetensi akuntan adalah sebagai berikut:

  • SKP dihitung berdasarkan waktu aktual yang digunakan dalam melakukan penelitian dan riset sepanjang waktu yang digunakan tersebut untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya; dan
  • dalam periode 3 (tiga) tahun, jumlah maksimum SKP yang bisa diakui untuk kegiatan penelitian adalah 90 (sembilan puluh) SKP.

7. Perhitungan SKP bagi anggota Dewan/Komite Teknis IAI atau organisasi profesi lainnya yang diakui IAI yang mengharuskan yang bersangkutan menyiapkan atau mereview materi-materi yang bersifat teknis yang relevan dengan kompetensi akuntan adalah sebagai berikut:

  • Jumlah SKP yang dapat diakui adalah maksimum 30 (tiga puluh) SKP per tahun; dan
  • dalam periode 3 (tiga) tahun, maksimum SKP yang dapat diakui adalah 90 (sembilan puluh) SKP.

Keunggulan Program PPL IAI

Ikatan Akuntan Indonesia menawarkan kegiatan PPL yang bervariasi. Kegiatan kami didesain untuk para profesional yang tertarik mengenai informasi terkini di bidang akuntansi, akuntansi syariah, keuangan, akuntansi manajemen, perbankan, auditing, dan jasa professional lainnya dalam rangka pengembangan pengetahuan dan praktik bisnis, keuangan, atestasi, nonatestasi dan akuntansi. Baik bagi mereka yang sudah berada pada tingkat lanjut, menengah, ataupun baru di bidang akuntansi. Beberapa keunggulan program pendidikan dan pelatihan yang kami selenggarakan adalah:

1. Pendayagunaan jaringan IAI sepenuhnya.

Jasa pelatihan yang diberikan Ikatan Akuntan Indonesia memberikan nilai tambah yang besar bagi para pengguna, dengan pendayagunaan jaringan IAI sepenuhnya. Kami melakukannya dengan menggunakan pengalaman dari seluruh sumber daya IAI, tidak hanya instruktur yang terlibat, tetapi seluruh praktisi yang terkait dengan IAI.

2. Kualitas Materi dan Modul Pelatihan.

Modul dan materi pelatihan yang selalu disesuaikan dengan perkembangan terkini peraturan, dunia bisnis dan standar akuntansi keuangan yang dikeluarkan IAI diantaranya standar yang berkaitan dengan akuntansi keuangan umum, akuntansi syariah, dan standar yang berkaitan dengan usaha spesifik lainnya.

3. Pembicara/Instruktur yang berpengalaman dan kompeten.

Instruktur terseleksi dari segi pengalaman, wawasan, pengetahuan dan teknik presentasi. Dengan pendayagunaan jaringan IAI sepenuhnya, IAI dapat menghadirkan instruktur dengan kualifikasi tinggi serta telah dikenal oleh publik. Mereka merupakan pengurus IAI, Anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Anggota Komite Akuntansi Syariah, Dewan Standar Profesional Akuntan Publik, dan Praktisi dari Kantor Akuntan Publik ataupun perusahaan terkemuka lainnya sebagai anggota IAI maupun mitra IAI.

4. Metode pelatihan.

Pelatihan disampaikan dengan metode presentasi, diskusi interaktif, penyampaian studi kasus, yang melibatkan keaktifan peserta dan evaluasi untuk menilai hasil pelatihan yang diberikan kepada peserta.

5. A ktivitas yang terencana.

Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sudah terencana mulai dari awal tahun terkoordinasi dengan baik dan ditangani oleh staf permanen yang berkualitas.

6. Pengalaman yang memadai.

IAI telah menjalin kerjasama pelatihan dengan perusahaan swasta, instansi pemerintah, regulator, BUMN, KAP dan beberapa perusahaan, dari berbagai jenis industri.

Ketentuan Administrasi PPL


CARA PENDAFTARAN
  • Pendaftaran PPL secara online melalui link berikut
  • Melalui Email: registrasi@iaiglobal.or.id atau marketingiaipusat@iaiglobal.or.id
  • Melalui Telpon: (021) 3190 4232 ext. 777, 222, 333, 320, 321, (021) 391 9089, 0878 8155 1441, dan 0812 9162 3355
  • Melalui Fax: (021) 3900016, (021) 3152076
TATA CARA PEMBAYARAN PPL 
  • Pembayaran melalui:

   - Transfer

    a/n. Ikatan Akuntan Indonesia 

    Bank Mandiri KCP Jakarta Cik Ditiro Rek. No. 122.000.431.206.5 

    BCA KCP Jakarta Thamrin Nine Rek. No. 539.539.1957

  - Tunai

             Sekretariat IAI Grha Akuntan Ikatan Akuntan Indonesia

             Jl. Sindanglaya No. 1 Menteng Jakarta

  - Kartu kredit & DEBIT

    (Visa Card dan Master Card) dan debit visa elektron di sekretariat IAI.