Penyusunan Laporan Keuangan Pesantren

 

Keberadaan pondok pesantren dapat dilacak sampai ke abad 16. Di beberapa daerah tumbuh pondok pesantren besar yang memberi dampak yang besar terhadap masyarakat secara sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Data dari Kementerian Agama menunjukkan pada tahun 2016 terdapat 28.194 pondok pesantren dengan 4.290.626 santri.

Dengan banyaknya santri tersebut menjadikan pondok pesantren sebagai pusat kegiatan ekonomi yang tidak hanya kegiatan ekonomi di internal pesantren, namun juga kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat dan berdampak terhadap lingkungan sekitar pesantren. Namun, saat ini belum terdapat data yang komprehensif untuk menggambarkan kondisi aktual dan potensi dari kegiatan ekonomi pondok pesantren. Dan saat ini pun belum ada laporan keuangan pondok pesantren yang terstandarisasi untuk mnejadi sumber data mengenai besaran dan potensi kegiatan ekonomi pondok pesantren.

Untuk itu, Ikatan Akuntan Indonesia menyelenggarakan pelatihan ini sebagai panduan dalam penyusunan laporan keuangan pondok pesantren yang berbasis pada Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Penyajian laporan keuangannya mengacu pada PSAK 45: Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba

·         Entitas pelaporan pondok pesantren dan penyajian laporan keuangan

·         Akuntansi aset

·         Akuntansi liabilitas, aset neto, penghasilan dan beban

·         Penyusunan neraca awal


Durasi : 2 Hari | 16 SKP
Hari,Tanggal Pelaksanaan : Rabu - Kamis, 13 - 14 November 2019
Tempat Pelaksanaan: Grha Akuntan, Jl Sindanglaya No. 1 Menteng Jakpus
Fasilitas : Sertifikat, Softcopy (Flashdisk) dan Hardcopy, Makan siang dan Coffee Break, Training Kit
Biaya : Rp. 2.900.000,00 (Anggota IAI), Rp. 3.250.000,00 (Non Anggota IAI)
© 2016. IAIGlobal.