Akuntansi Wakaf

 

Latar Belakang

Untuk dapat menyusun laporan keuangan maka suatu entitas harus pula dapat mengidentifikasi aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang melekat pada entitas tersebut. Terkadang entitas sulit untuk memisahkan aset yang dimiliki oleh pemilik dengan aset entitas, serta menentukan nilai awal yang akan dicatatkan dalam laporan keuangan. Jika pemisahan aset entitas tidak dapat dilakukan, maka penyusunan laporan keuangan menjadi suatu kemustahilan.

 

Dalam rangka memberikan pengaturan yang lebih tepat, Dewan Standar Akuntansi Syariah  Ikatan Akuntan Indonesia (DSAS - IAI) pada tanggal 22 Mei 2018 telah mengesahkan DE PSAK 112: Akuntansi Wakaf. DE PSAK 112 mengatur akuntansi untuk Nazhir dan Wakif yang berbentuk organisasi dan badan hukum. Sedangkan Nazhir dan Wakif perseorangan tidak wajib untuk menerapkan PSAK tersebut. PSAK ini akan berlaku efektif pada 1 Januari 2021 dengan opsi penerapan dini diperkenankan.

 

Due Process procedure penyusunan suatu standar akutantansi telah dilalui oleh ED PSAK 112 ini. Dengan demikian dalam waktu dekat Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (DSAS - IAI) akan segera mengesahkan PSAK tersebut untuk berlaku efektif.

 

PSAK 112 ini mewajibkan Nazhir organisasi dan badan hukum untuk menyusun laporan keuangan lengkap atas dana wakaf, yang terdiri dari; Laporan Posisi Keuangan, Laporan Rincian Aset Waqaf, Laporan Aktifitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

 

Tujuan

 

Tujuan dari sosialiasi ini untuk memberikan pemahamam yang  komprehensif kepada audience tentang PSAK 112: Akuntansi Wakaf. Para peserta diharapkan memahami entitas pelaporan (reporting entities) dimana kewajiban melaporkan dana wakaf yang dikelola tersebut melekat. Di akhir sosialisasi, audience diharapkan dapat menyusun laporan keuangan lengkap dana wakaf sesuai dengan PSAK 112.

 

Peserta

 

Peserta sosialisasi atas PSAK 112: Akuntansi Wakaf adalah para Nazhir yang menggelola dana wakaf. Beberapa Nazhir adalah Pengelola Pondok Pesantren telah mengelola dan menerima aset wakaf baik aset wakaf yang bergerak maupun aset wakaf yang tidak bergerak.

 

Peserta juga diharapkan dari regulator dan akademisi untuk memperkaya khasanah diskusi dalam ruangan dengan berbagai kasus.


Durasi : 1 Hari | 8 SKP
Hari,Tanggal Pelaksanaan : Kamis,03 Oktober 2019
Tempat Pelaksanaan: Grha Akuntan, Jl Sindanglaya No. 1 Menteng Jakpus
Fasilitas : Sertifikat, Softcopy (Flashdisk) dan Hardcopy, Makan siang dan Coffee Break, Training Kit
Biaya : Rp. 1.450.000,00 (Anggota IAI), Rp. 1.750.000,00 (Non Anggota IAI)
© 2016. IAIGlobal.